Selasa, 20 Desember 2016

Program Dengan Parameter

Contoh 1:

program prosedur_dengan_parameter_byreference;
uses wincrt;

procedure perkalian(var a,b,c:real);
 begin
    c:=a*b;
 end;

{program utama}
var x,y,z :real;
 begin
  clrscr;
  x:=5.0;
  y:=10.0;
  z:=9.0;
  writeln ('x = ',x:4:2);
  writeln('y = ',y:4:2);
  writeln('z = ',z:4:2);
  perkalian(x,y,z);
  writeln('x * z = ',z:4:2);
  readln;
 end.

Contoh 2 :

program fungsi_dengan_parameter_byyvalue;
uses wincrt;

function perkalian(a,b,c:real):real;
 begin
  perkalian:=a*b;
  c:=a/b;
 end;

{program utama}
var x,y,z :real;
    begin
     clrscr;
     x:=5.0;
     y:=10.0;
     z:=9.0;
     writeln('x = ',x:4:2);
     writeln('y = ',y:4:2);
     writeln('z = ',z:4:2);
     writeln(' x y z = ',perkalian(x,y,z):4:2);
     writeln('nilai z setelah fungsi dijalankan : ');
     writeln('z = ',z:4:2);
     readln;

end.

Contoh Program Cari Data

program caridata;
uses wincrt;
var deret : array[1..10] of integer;
i,j, n,data, lok : integer;
ada : boolean;

begin
    clrscr;
    write('masukan banyak data  : ');
    readln (n);
    for i:=1 to n do
         begin
           write('bilangan ke  ',i:3, ' = ');
           readln (deret[i]);
         end;
    writeln;
    write('bilangan yang akan dicari  : ');
    readln(data);
    ada:=false;
    i:=0;
    while(i<=n) and (not ada) do
      begin
         if deret [i]=data then
            begin
              ada:=true;
              writeln;
              writeln('bilangan yanga dicari ada pada deter  ',i);
            end
         else
            i:=i+1;
         end;
      if (not ada)then
        writeln('data yang dicari tidak ada...! ');
        readln;

end.

Contoh Program Perkalian Matriks

program perkalian_matriks;
uses wincrt;
var a,f,k       : array[1..10,1..10] of integer;
    b,c,i,j,l,z : longint; m,n,d,e,g,h:byte;
begin
     clrscr;
     writeln('program perkalian 2 matriks');
     writeln('masukan data untuk martiks pertama (m1) ');
     write('banyaknya baris matriks pertama:  ');readln (b);
     write('banyaknya kolom matriks pertama:  '); readln (c);
     for d:=1 to b do
       begin
       for e:=1 to c do
         begin
           write('entri baris ke-',d,'kolom ke-',e,': '); readln (a[d,e]);
         end;
       end;
       for d:= 1 to b do
         begin
         for e:= 1 to c do
          begin
           write(a[d,e]:7);
          end;
          writeln;
          end;
         writeln;
         writeln('masukkan data untuk matriks kedua  (m2) ');
         write('berapa banyak baris matriks kedua? ');
         readln(g);
         write('berapa banyak kolom matriks kedua? '); readln(h);
         for i:=1 to g do
          begin
          for j:=1 to h do
           begin
            write('entri baris ke-',i,'kolom ke ',j,':  ');
            readln(f[i,j]);
           end;
          end;
          for i:=1 to g do
           begin
            for j:=1 to h do
             begin
              write(f[i,j]:7);
             end;
            writeln;
           end;
          writeln;
          if c=i then begin
           writeln('m1 x m2:');writeln;
           for d:= 1 to b do
            begin
              for l:=1 to h do
               begin
                for e:=1 to c do
                 begin
                  for j:=l to h do
                   begin
                    for i:=e to g do
                     begin
                      k[d,j]:=k[d,j]+a[d,e]*f[i,j];
                      if c=e then
                       begin
                        write(k[d,j]:7);
                       end;
                      i:=g;
                     end;
                    j:=h;
                   end;
                  end;
               end;
              writeln;
           end;
          end else
         begin
          writeln('maaf?! operasi dari m1 x m2 tidak dapat dilakukan');
          writeln('karena kolom m1 (',c,' kolom) tidak sama dengan baris m2(',i,' baris)');
          end;
          readln

end.

Contoh Bilangan Prima

program bilprima;
uses wincrt;
function factor (n:longint) : longint;
 var
 i, temp : longint;
  begin
   temp :=0;
   for i := 1 to n do
      if n mod i=0 then inc(temp);
       factor:=temp;
   end;

 var x, a, b, n : longint;
 begin
    clrscr;
    gotoxy(30,4); writeln('Deret bilangan prima');
    gotoxy(30,5); writeln('====================');
    gotoxy(3,70); writeln('jumlah bilangan yang mau ditampilkan : ');
    repeat
    gotoxy(45,7); clrEol;
    readln(a);
    until (a>=2);
    gotoxy(3,9); writeln('Deret bilangan prima : ');
    b :=1;
    x :=0;
    repeat
      if factor(b) = 2 then
        begin
         write(b,',  ');
         write(#8); {backspace}
          inc(x);
         end;
          inc(b);
      until (x=a);
      readln;

end.

Senin, 19 Desember 2016

Pengertian Interrupt

Interrupt
Interrupt adalah suatu kejadian atau peristiwa yang menyebabkan
mikrokontroler berhenti sejenak untuk melayani interrupt tersebut. Program yang
dijalankan pada saat melayani interrupt disebut Interrupt Service Routine.
Analoginya adalah sebagai berikut, seseorang sedang mengetik laporan, mendadak
telephone berdering dan menginterrupsi orang tersebut sehingga menghentikan
pekerjaan mengetik dan mengangkat telephone. Setelah pembicaraan telephone yang
dalam hal ini adalah merupakan analogi dari Interrupt Service Routine selesai maka
orang tersebut kembali meneruskan pekerjaanya mengetik.
Salah satu interrupt adalah polling .

A.    Pengertian Polling Interrupt

Polling interrupt adalah suatu jenis spesifik input dan output ( i/o ) yang memberitahukan bagian dari komputer yang berisi alat penghubung i/o tersebut sudah siap dibaca atau dengan kata lain siap ditangani. tapi tidak menandai deviace / alat yang mana, Kontrol dari interrupt harus mengirimkan sinyal isyarat keluar untuk setiap alat deviace untuk menentukan yang manakah deviace membutuhkanya.Alternatif untuk suatu polled interrupt adalah suatu vectored interrput, suatu isyarat sinyal yang meliputi identitas alat yang mengirimkan isyarat interrupt
Metode pengendalian terminal pada jalur banyak titik sebuah komputing, berperan sebagai panggilan penegendali atau menanyai termial-terminal untuk mengetahui apakah terminal tersebut memiliki data yang akan dikirim.

Polling
Bila prosesor ingin mengakses perangkat, salah satu pendekatannya adalah dengan membiarkan prosesor melakukan semua pekerjaan. Prosesor berinteraksi dengan controller melalui protokol yang rumit tetapi dasar handshaking-nya cukup sederhana yaitu:
Ø  CPU terus menerus membaca bit status sampai bit tersebut menandakan perangkat siap menerima perintah CPU.
Ø  CPU mengaktifkan bit-write di register perintah sebagai awal pertanda CPU memberikan perintah dan menulis sebuah byte di data-out.
Ø  CPU mengaktifkan command-ready bit, artinya perintah tersedia untuk dijalankan controller.
Ø  Controller melihat command ready bit di-set sehingga bit kerja di-set.

Ø  Controller membaca register perintah dan melihat perintah write maka data-out dibaca dan menyuruh perangkat M/K melakukan apa yang diperintah CPU.
Ø  Controller menghapus command ready bit, bit error di status dan bit kerja.

Pada dasarnya polling dapat dikatakan efisien bila kinerja perangkat dan controller-nya cepat. Kelemahan dari cara ini adalah bila waktu tunggu lama, maka lebih baik prosesor mengerjakan tugas yang lain. Sedangkan untuk mengetahui apakah perangkatnya sudah siap menerima perintah lagi atau belum, digunakanlah interupsi.
Contohnya: pada saat kita memutar lagu di windows media player dan membuka halaman web. Hal yang sebenarnya terjadi adalah lagu itu terputus-putus, itu dikarenakan processor mendapatkan interupsi dari masing-masing aplikasi yang dijalankan. Namun, Interupsi itu sangat begitu cepat, sekitar seper 10 mikro sekon, sehingga tidak terdeteksi oleh telinga kita.
Mengapa Proses Polling dilakukan : Polling dilakukan untuk  mengatasi device yang tidak dapat  me-multiplex permintaan I/O dan beberapa aplikasi.

Penyebab terjadinya Interrupt:

a.   Program, terjadi akibat eksekusi suatu instruksi
b.   Timmer, disebabkan oleh timmer prosessor
c.   I/O, disebabkan oleh I/O controller baik sebagai tanda bahwa operasi
      telah selesai maupun memberi tanda eror.
c.       Kegagalan hardware, disebabkan oleh kesalahan hardware seperti
      power failure dan memori parity eror.


Tindak lanjut Pencegahan Interrupt :

             Interrupt Handler
Jika terjadi interupsi, maka kendali processor diserahkan ke bagian penata interupsi pada sistem operasi, maka penata interupsi inilah yang melaksanakan interupsi.

a.       Instruksi yang sedang diolah oleh processor dibiarkan sampai selesai program.
b.      Penata interupsi merekam semua informasi proses ke dalam blok kendali proses.
c.       Penata interupsi mengidentifikasi jenis dan asal interupsi.
d.      Penata interupsi mengambil tindakan sesuai dengan yang dimaksud interupsi.
e.       Penata interupsi mempersiapkan segala sesuatu untuk pelanjutan proses yang diinterupsi.

  
Error handler
Yaitu interupsi karena kekeliruan pada pengolahan proses dan bagian pada sistem operasi yang menata kegiatan akibat kekeliruan.

a.       Pemulihan, komputer telah dilengkapi dengan sandi penemuan dan pemulihan kekeliruan. Sehingga ketika menemukan kekeliruan sandi akan mengoreksi kekeliruan itu, dan proses pulih kembali ke bentuk semula sebelum terjadi kekeliruan.
b.      Pengulangan, mengatur agar proses yang membangkitkan interupsi keliru dikerjakan ulang. Jika kekeliruan dapat diatasi maka proses akan berlangsung seperti biasa, jika tidak teratasi maka interupsi akan menempuh tindak lanjut keluar dari proses.
c.       Keluar dari proses, penata keliru menyiapkan tampilan berita keliru pada monitor, setelah itu processor keluar dari proses , ini adalah tindakan terakhir jika tidak dapat menolong proses yang keliru tersebut.


Kesimpulan : Polling Interrupt merupakan I/O yang memberitahu computer bersifat penghubung I/O tersebut sudah siap dibaca atau siap ditangani.



Sistem Pengolahan Data

SISTEM PENGOLAHAN DATA


A.    Pengertian

Pengolahan data adalah bentuk pengolahan terhadap data untuk membuat data itu berguna sesuai dengan hasil yang diinginkan agar dapat digunakan.Sistem pengolahan data adalah system yang melakukan pengolahan data.
Informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisir dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi  penerima data. Contoh, nama mahasiswa, nilai UTS, nilai tugas dll akan diperoleh nilai akhir. Dengan kata lain, informasi datang dari data yang akan diproses.

.   B.  Metode Pengolahan Data
          Pengolahan data system informasi dalam organisasi biasanya terdiri atas metode teknologis dan manual.
Menurut Buch dan Stater ada dua macam metode pengolahan data yang penting :
1.      System manual : Semua operasi dilakukan dengan tangan dan bantuan alat-alat penting seperti pensil ,kertas dan lain-lain
2.      Electromechanical ; suatu gabungan dari orang dan mesin misalnya seorang pegawai yang bekerja dengan menggunakan catat kolom (posting machine).




C. Fungsi Dasar Pengolahan Data :

1. Mengambil program dan data (masukan / input)
2. Menyimpan program dan data serta menyediakan untuk pemrosesan
3. Menjalankan proses aritmatika dan logika pada data yang disimpan
4. Menyimpan hasil sementara dan hasil akhir pengolahan.
5. Mencetak atau menampilkan data yang disimpan atau hasil pengolahan


D. Siklus Pengolahan Data Lanjutan

1.      Origination: Proses pengumpulan data original à sumber dokumen. Contoh : berkas tes mahasiswa yang telah diberi nilai
2.      Input :Proses memasukkan data ke dalam sistem komputer
3.      Processing: Proses pengolahan dari data yang sudah dimasukkan
4.      Output:Menghasilkan output berupa informasi hasil pengolahan.
5.      Distribution: Proses dari distribusi output hasil pengolahan kepada pihak yang berhak dan membutuhkan informasi: dokumen laporan. Contoh : dokumen daftar nilai dari dosen yang diserahkan ke BAAK. Dokumen laporan dapat menjadi dokumen sumber untuk pengolahan data berikutnya
Storage: Proses perekaman hasil pengolahan ke alat penyimpan (storage device) dan dapat dipergunakan kembali sebagai input untuk proses selanjutnya







1.      Basis Data

Description: 1-8-g-1.jpg
a)     Pengertian Basis Data
Basis data adalah kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file denganfile lain sehingga membentuk suatu bangunan data untuk menginformasikan suatu
perusahaan atau instansi dalam batasan tertentu
b)     Istilah-istilah Basis data
            Beberapa hal yang termaksud unsur-unsur dari basis data adalah sebagai berikut:
1.      Entititas.Entititas adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam.Pada bidang kesehatan Entity adalah Pasien, Dokter, Kamar.
2.      Field:Setiap entity mempunyai atribut atau sebutan untuk mewakili suatu entity. Seorang siswa dapat dilihat dari atributnya misalnya, NIM, Nama_siswa, Alamat.
3.      Record adalah kumpulan isi elemen data (atribut) yang saling berhubungan
menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap.Contoh Kumpulan atribut NIP, Nama, dan alamat berisikan “01001245566”, Sanusi,Jl. Hati suci No 2 Kupang.
4.      Data Value merupakan data aktual atau infomasi yang disimpan ditiap data elemen. Isi atribut disebut nilai data.Kunci Elemen Data ( Key Data Element )
Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulanentitas.Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat,tanggal lahir menggunakan Kunci Elemen Data npm.

c)      Komponen-komponen Sistem Basis Data ( Database )
            Basis data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan dan Database Management System ( DBMS ) yang memungkinkan beberapa pemakai untuk mengakses dan manipulasi file-file tersebut (Fathansyah,1999 ). Dalam Sistem Basis data memiliki beberapa komponen yaitu:

1.      Perangkat Keras ( Hardware )
Perangkat keras yang biasanya terdapat dalam sistem basis data adalah memorisekunder hardisk.
2.      Sistem Operasi ( Operating System )
Sistem Operasi (Operating System) merupakan program yang mengaktifkan ataumengfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dan melakukan operasi-operasi dalam komputer. Sistem Operasi yang banyak digunakan seperti: MS-DOS, MS-Windows 95 MS Windows NT, dan Unix.Basis  data (  Database  )Sebuah basis data ( Database ) dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data dapat berisi atau memiliki sejumlah objek basis data seperi file atau tabel.
3.      Database Management System ( DBMS )
Pengolahan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung,tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak yang disebut DBMS yang menentukanbagaimana data disimpan, diubah dan diambil kembali.
4.      Pemakai ( User )
Bagi pemakai dapat berinteraksi dengan basis data dan memanipulasi data dalam program yang ditulis dalam bahasa pemograman.

d)     Tujuan dan Manfaat Basis Data
Tujuan utama dalam pengolahan data dalam sebuah basis data adalah agar kita dapat memperoleh data yang kita cari dengan mudah dan cepat (Fathansyah,1999).Pemanfaatan basis data dilakukan dengan tujuan yaitu:
1.      Kecepatan dan kemudahan (Speed ):Pemanfaatan Database memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan ( manipulasi ) dan menampilkan kembali data tersebut dengan cepat dan mudah, dari pada kita menyimpan data secara manual.
2.      Efisien ruang penyimpanan (Space)
Dengan Database penggunaan ruang penyimpanan data dapat dilakukan karena kita dapat melakukan penekanan jumlah pengulangan data dengan menerapkan sejumlah pengkodean .
3.      Keakuratan (Acuracy)
Pemanfatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data dengan penerapan aturan atau batasan tipe data dapat diterapkan dalam Database yang berguna untuk menentukan ketidakakuratan pemasukan atau penyimpanan.
4.      Keamanan (Security)
Dalam sejumlah sistem ( apilkasi ) pengelolah database tidak menerapkan aspek keamanan dalam penggunaan database. Tetapi untuk sistem yang besar dan serius,aspek keamanan juga dapat diterapkan. Dengan begitu kita dapat menentukan siapa yang boleh menggunakan database dan menentukan jenis operasi-operasi apa saja yang boleh dilakukan.
5.      Terpeliharanya keselarasan data (Consitant)
Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis
perubahan itu berlaku untuk keseluruhan
6.      Data dapat dipakai secara bersama (shared)
Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secarabatch maupun on-line) pada saat bersamaan.
7.      Dapat diterapkan standarisasi (standardization)
Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA dapat menerapkan
standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.

e)     Pengguna Basis Data
1.      System Engineer
Tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan Sistem Basis Data, dan juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut kepada pihak penjual.
2.      Database Administrator (DBA)
Tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol sistem basis data secara
keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data,merencanakannya dan mengaturnya.
Tugas DBAMengontrol DBMS dan software-software




Laravel Echo

Laravel Echo   Penyiaran      pengantar          Konfigurasi          Prasyarat Driver      Gambaran Umum Konsep          Menggunakan Apl...