Selasa, 20 Desember 2016

Dekatkan Dirimu Pada Allah

Langkah Awal Mendekatkan Diri Kepada Allah

Orang yang cerdas dan berpikiran sehat adalah mereka yang mengelola (me-manage) amal-amalnya sehingga semua kegiatan mereka menjadi sempurna.
Langkah awal yang harus diperhatikan oleh seorang hamba dalam ber-suluk adalah menyucikan dan mendidik nafs serta menyempurnakan akhlak. Bagi
seorang sâlik usaha penyucian nafs lebih utama dari pada memperbanyak ibadah sunah, seperti salat sunah, puasa sunah dan sejenisnya. Karena,
seorang hamba tidak layak menghadap Allah SWT dengan hati dan nafs yang kotor. Ia hanya akan melelahkan dirinya, sebab amal yang ia kerjakan
mungkin justru membawanya ke arah kemunduran.

Jika seseorang tidak menangani urusannya secara arif, maka dikhawatirkan ia akan tersesat dan mengalami kemunduran. Karena itu seseorang hendaknya selalu memelihara sir-nya (nurani) dan memanfaatkan waktu yang ia miliki. Jangan sekali-kali ia membiarkan hatinya kosong dari fikr (pemikiran) yang dapat melahirkan ilmu. Dan jangan sampai ia mengerjakan suatu perbuatan tanpa niat yang benar, karena niat adalah ruh amal.
Jika hati seseorang tidak mampu mewadahi fikr (pemikiran) yang dapat melahirkan ilmu dan niat-niat saleh, maka ia seperti hewan liar. Dalam keadaan demikian manusia akan terbiasa menghabiskan waktunya untuk melakukan perbuatan yang sia-sia dan bergaul dengan orang-orang bodoh. Ia akan melakukan berbagai perbuatan buruk dan tercela. Seorang yang berakal hendaknya sadar dan memelihara hatinya.
Ketahuilah, keadaan hati yang paling mulia adalah ketika ia selalu berhubungan dengan Allah SWT. Inilah landasan amal dan sumber perbuatan-perbuatan yang baik. Cara memakmurkan batin adalah dengan selalu
menghubungkan sir (nurani) dengan Allah SWT, sedangkan cara merusaknya adalah dengan selalu melalaikan-Nya. Jika hati seseorang telah memiliki
hubungan yang kuat dengan Allah SWT, ia dengan mudah dapat melakukan berbagai amal dan ketaatan yang bisa mendekatkannya kepada Allah.

Ketahuilah, bahwa hati itu bagaikan cermin, memantulkan bayangan dari semua yang ada di hadapannya. Karena itu manusia harus menjaga hatinya, sebagaimana ia menjaga kedua bola matanya.
Orang yang mengkhususkan diri untuk beribadah kepada Allah hendaknya tidak bergaul dengan orang-orang yang jahat, bodoh dan suka berbuat tercela, sebab perilaku mereka akan mempengaruhi hati dan memadamkan cahaya bashiroh-nya.
Seorang pencari kebenaran hendaknya memperhatikan segala sesuatu yang dapat memperbaiki hatinya. Untuk memperbaiki hati diperlukan beberapa
metode, di antaranya adalah dengan selalu mengolah fikr (pemikiran) untuk membuahkan hikmah dan asror, banyak berdzikir dengan hati dan lisan, dan juga dengan menjaga penampilan lahiriah: pakaian, makanan, ucapan, serta semua perilaku lahiriah yang memberikan pengaruh nyata bagi hati. Seorang
pencari kebenaran tidak sepantasnya mengabaikan hal ikhwal hatinya.

Sumber : https://ahlussunahwaljamaah.wordpress.com/mutiara/habib-muhammad-bin-abdullah-bin-syeikh-alaydrus/langkah-awal-mendekatkan-diri-kepada-allah/

Tips Menghindari Stres

Hindari Stress
Cara lainnya untuk menjaga kesehatan tubuh adalah dengan menghindari dan mencegah timbulnya stress. Tahukah Anda kondisi kejiwaan yang stress akan berpengaruh pada kualitas kesehatan fisik tubuh Anda (baca: Stres). Jadi tak hanya kesehatan psikis saja yang terganggu, melainkan juga kesehatan fisik Anda.
Cara mencegah dan menghindari stress cukup mudah. Misal salah satunya adalah dengan refreshing dengan cara pergi berlibur, menyalurkan hobi, berkumpul bersama keluarga atau sahabat-sahabat, mengurangi  kuantitas kerja, melakukan yoga/ semedi, dan masih banyak contoh relaksasi pikiran lainnya.
Hindari Rokok dan Minuman Beralkohol
Nah, bagi Anda yang sering mengkonsumsi minuman beralkohol dan merokok, sebaiknya mulai sekarang jauhi minuman beralkohol dan rokok karena dua item ini adalah dua penyebab tak sehatnya tubuh Anda.
Asap rokok yang terhisap dan masuk ke dalam paru-paru akan membuat organ ini terkontaminasi oleh adanya zat racun yang disebut nikotin. Jika dibiarkan saja dan tidak berhenti merokok, zat racun tersebut akan terus menumpuk dan menumpuk hingga menggangu dan bahkan menggagalkan fungsi organ paru-paru.
Alhasil muncul beberapa penyakit yang berkaitan dengan organ paru-paru seperti salah satu penyakit paru-paru yang sangat berbahaya adalah kanker paru-paru. Anda tentu tidak ingin paru-paru Anda terkena kanker paru-paru bukan? Maka dari itu, mulai sekarang cobalah perlahan-lahan untuk  tidak merokok.
Minuman beralkohol juga menjadi salah satu penyebab timbulnya berbagai penyakit kronis termasuk kanker. Rokok dan minuman beralkohol juga dapat menghambat untuk cepat hamil,  Jadi memang benar Anda harus menghindari dua hal tadi.
Selain ke 4 cara menjaga kesehatan di atas ada banyak lagi cara alternatif yang bisa anda gunakan, semua hal yang berhubungan dengan kesehatan sangat kami anjurkan untuk dikonsultasikan ke dokter, sehingga kita dapat mengetahui apa saja yang harus kita lakukan. Seperti: makanan kayak nutrisi, olahraga yang cocok. dll.
Sumber : http://www.arwini.com/4-tips-cara-menjaga-kesehatan-tubuh-secara-alami/

Contoh Program Pascal Tanpa Parameter

program prosedu_tanpa_parameter;
uses wincrt;
var a,b : real;

procedure perkalian;
 var c : real; {variabel c merupakan variabel lokal yang hanya}
 begin         {berlaku diperosedur perklian}
  c:=a*b;
  writeln('nilai c ');
  writeln('selama menjalankan prosedur perkalian = ',c:4:2);
  end;
{program utama}
var c : real; {variabel c merupakan variabel lokal yang hanya berlaku di program utama}
 begin
  clrscr;
  a:=5.0;
  b:=10.0;
  c:=9.0;
   writeln('a + ',a:4:2);
   writeln('b + ',b:4:2);
   writeln;
   writeln('nilai c');
   writeln('sebelum menjalankan prosedur perkalian = ',c:4:2);
   perkalian;
   writeln;
   writeln('nilai c');
   writeln('sesudah menjalankan prosedur perkalian + ',c:4:2);
   writeln('axb = ',c:4:2);
   readln;
 end.


Program Perkalian Matriks 2

program perkalian_matriks;
uses wincrt;
var a,f,k       : array[1..10,1..10] of integer;
    b,c,i,j,l,z : longint; m,n,d,e,g,h:byte;
begin
     clrscr;
     writeln('program perkalian 2 matriks');
     writeln('masukan data untuk martiks pertama (m1) ');
     write('banyaknya baris matriks pertama:  ');readln (b);
     write('banyaknya kolom matriks pertama:  '); readln (c);
     for d:=1 to b do
       begin
       for e:=1 to c do
         begin
           write('entri baris ke-',d,'kolom ke-',e,': '); readln (a[d,e]);
         end;
       end;
       for d:= 1 to b do
         begin
         for e:= 1 to c do
          begin
           write(a[d,e]:7);
          end;
          writeln;
          end;
         writeln;
         writeln('masukkan data untuk matriks kedua  (m2) ');
         write('berapa banyak baris matriks kedua? ');
         readln(g);
         write('berapa banyak kolom matriks kedua? '); readln(h);
         for i:=1 to g do
          begin
          for j:=1 to h do
           begin
            write('entri baris ke-',i,'kolom ke ',j,':  ');
            readln(f[i,j]);
           end;
          end;
          for i:=1 to g do
           begin
            for j:=1 to h do
             begin
              write(f[i,j]:7);
             end;
            writeln;
           end;
          writeln;
          if c=i then begin
           writeln('m1 x m2:');writeln;
           for d:= 1 to b do
            begin
              for l:=1 to h do
               begin
                for e:=1 to c do
                 begin
                  for j:=l to h do
                   begin
                    for i:=e to g do
                     begin
                      k[d,j]:=k[d,j]+a[d,e]*f[i,j];
                      if c=e then
                       begin
                        write(k[d,j]:7);
                       end;
                      i:=g;
                     end;
                    j:=h;
                   end;
                  end;
               end;
              writeln;
           end;
          end else
         begin
          writeln('maaf?! operasi dari m1 x m2 tidak dapat dilakukan');
          writeln('karena kolom m1 (',c,' kolom) tidak sama dengan baris m2(',i,' baris)');
          end;
          readln

end.

Tips Menghilangkan Jerawat dengan Cara Alami

Cara Mengatasi Jerawat Secara Alami

Bagi anda yang menderita jerawat yang membandel berikut ini cara menghilangkan jerawat membandel yang bisa anda coba :

 Menggunakan Es Batu : Es batu berperan untuk meningkatkan sirkulasi darah pada area sekitar jerawat sekaligus membantu mengecilkan pori-pori pada kulit, membunuh bakteri penyebab jerawat, menghilangkan kotoran pada kulit dan menghilangkan minyak berlebih yang menumpuh pada kulit.


Cara Mengatasi Jerawat Dengan Es Batu
  • Siapkan es batu secukupnya
  • Bungkus menggunakan kain yang bersih
  • Tempelkan pada area wajah yang berjerawat secara merata
  • Tahan selama beberapa menit dan lepaskan ketika sudah tak bisa menahan rasa dinginnya
  • Ulangi lagi terus proses tersebut selama berkali-kali sekitar 10-20 kali
  • Lakukan cara ini dengan rutin hingga jerawat benar-benar sembuh

 Menggunakan Madu : Madu memang mmeiliki banyak khasiat dan manfaat bagi kesehatan tubuh yang tak bisa diragukan lagi. Madu juga mengandung antibiotik yang sangat tinggi. Madu dapat mencegah infeksi menyebar yang berakibat meradangnya jerawat.


Cara Menghilangkan Jerawat Menggunakan Madu
  • Siapkan madu alami (bukan madu produks
  • pabrik)
  • Oleskan pada jerawat menggunakan kapas
  • Diamkan sekitar 25-35 menit
  • Bersihkan wajah menggunakan air bersih sesudahnya
  • Lakukan rutin hingga mendapatkan hasil yang maksimal

  • Menggunakan Buah Lemon : Salah satu buah yang mengandung Vitamin C yang sangat tinggi ialah lemon. Lemon sangat baik jika digunakan untuk mengobati jerawat, lemon dapat mengecilkan jerawat dengan cepat. Tetapi yang perlu diingat ialah pergunakan lemon yang masih segar dan cara ini mungkin tidak cocok untuk kulit yang sensitif.


    Cara Menyembuhkan Jerawat Menggunakan Lemon
    • Sediakan 1-2 buah lemon segar
    • Peras lemon dan taruh airnya pada wadah
    • Basuhkan air lemon pada wajah yang berjerawat menggunakan kapas
    • Lakukan ini secara rutin saat malam menjelang tidur

     Menggunakan Bawang Putih : Bawang puti yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur ini merupakan antijamur, antiseptik, antioksidan dan antivirus yang sangat bermanfaat sekali untuk wajah berjerawat. Bawang putih juga mengandung sulfur yang dapat mempercepat proses penyembuhan jerawat.


    Cara Menghilangkan Jerawat Menggunakan Bawang Putih
    • Ambil bawang putih dan potong 1 siung bawang putih menjadi 2 bagian
    • Gosok-gosokkan bawang putih yang telah dipotong ke jerawat dan biarkan selama 5-10 menit
    • Cucilah wajah menggunakan air bersih
    • Lakukan ini secara rutin hingga mendapatkan hasil yang maksimal

     Menggunakan Buah Tomat : Tomat merupakan buah yang juga kaya dengan kandungan Vitamin A dan Vitamin C. Kandungan vitamin yang tinggi tersebut membuat buah tomat sangat baik untuk dijadikan obat alami untuk menghilangkan jerawat.


    Cara Mengobati Jerawat Menggunakan Buah Tomat
    • Sediakan 1 buah tomat yang matang (kemerahan)
    • Potong buah tomat menjadi irisan tipis-tipis
    • Tutup area jerawat dengan irisan tomat tersebut
    • Diamkan sekitar 10-15 menit
    • Lakukan dengan rutin
    Sumber : http://bebasjerawatan.blogspot.com/2015/08/cara-menghilangkan-jerawat-membandel.html

    Contoh Program Buble

    program urutbuble;
    uses wincrt;
    var dt : array[1..10] of integer;
    i,j, bub : integer;
    begin
         clrscr;
         writeln('pengurutan dengan metode bubble sort');
         writeln('masukan data yang akan diurutkan');
         for i:=1 to 10 do
             begin
             write('data ke   ',i,'=');
             readln(dt[i]);
             end;
         for i:=1 to 10-1 do
             for j:=10 downto i+1 do
             if dt[j]<dt[j-1] then
             begin
             bub:=dt[j];
             dt[j]:=dt[j-1];
             dt[j-1]:=bub;
             end;
    writeln('hasil pengurutan');
    for i:=1 to 10 do
    begin
      writeln(dt[i]);

      end;
      readln;

    end.

    Program Dengan Parameter

    Contoh 1:

    program prosedur_dengan_parameter_byreference;
    uses wincrt;

    procedure perkalian(var a,b,c:real);
     begin
        c:=a*b;
     end;

    {program utama}
    var x,y,z :real;
     begin
      clrscr;
      x:=5.0;
      y:=10.0;
      z:=9.0;
      writeln ('x = ',x:4:2);
      writeln('y = ',y:4:2);
      writeln('z = ',z:4:2);
      perkalian(x,y,z);
      writeln('x * z = ',z:4:2);
      readln;
     end.

    Contoh 2 :

    program fungsi_dengan_parameter_byyvalue;
    uses wincrt;

    function perkalian(a,b,c:real):real;
     begin
      perkalian:=a*b;
      c:=a/b;
     end;

    {program utama}
    var x,y,z :real;
        begin
         clrscr;
         x:=5.0;
         y:=10.0;
         z:=9.0;
         writeln('x = ',x:4:2);
         writeln('y = ',y:4:2);
         writeln('z = ',z:4:2);
         writeln(' x y z = ',perkalian(x,y,z):4:2);
         writeln('nilai z setelah fungsi dijalankan : ');
         writeln('z = ',z:4:2);
         readln;

    end.

    Contoh Program Cari Data

    program caridata;
    uses wincrt;
    var deret : array[1..10] of integer;
    i,j, n,data, lok : integer;
    ada : boolean;

    begin
        clrscr;
        write('masukan banyak data  : ');
        readln (n);
        for i:=1 to n do
             begin
               write('bilangan ke  ',i:3, ' = ');
               readln (deret[i]);
             end;
        writeln;
        write('bilangan yang akan dicari  : ');
        readln(data);
        ada:=false;
        i:=0;
        while(i<=n) and (not ada) do
          begin
             if deret [i]=data then
                begin
                  ada:=true;
                  writeln;
                  writeln('bilangan yanga dicari ada pada deter  ',i);
                end
             else
                i:=i+1;
             end;
          if (not ada)then
            writeln('data yang dicari tidak ada...! ');
            readln;

    end.

    Contoh Program Perkalian Matriks

    program perkalian_matriks;
    uses wincrt;
    var a,f,k       : array[1..10,1..10] of integer;
        b,c,i,j,l,z : longint; m,n,d,e,g,h:byte;
    begin
         clrscr;
         writeln('program perkalian 2 matriks');
         writeln('masukan data untuk martiks pertama (m1) ');
         write('banyaknya baris matriks pertama:  ');readln (b);
         write('banyaknya kolom matriks pertama:  '); readln (c);
         for d:=1 to b do
           begin
           for e:=1 to c do
             begin
               write('entri baris ke-',d,'kolom ke-',e,': '); readln (a[d,e]);
             end;
           end;
           for d:= 1 to b do
             begin
             for e:= 1 to c do
              begin
               write(a[d,e]:7);
              end;
              writeln;
              end;
             writeln;
             writeln('masukkan data untuk matriks kedua  (m2) ');
             write('berapa banyak baris matriks kedua? ');
             readln(g);
             write('berapa banyak kolom matriks kedua? '); readln(h);
             for i:=1 to g do
              begin
              for j:=1 to h do
               begin
                write('entri baris ke-',i,'kolom ke ',j,':  ');
                readln(f[i,j]);
               end;
              end;
              for i:=1 to g do
               begin
                for j:=1 to h do
                 begin
                  write(f[i,j]:7);
                 end;
                writeln;
               end;
              writeln;
              if c=i then begin
               writeln('m1 x m2:');writeln;
               for d:= 1 to b do
                begin
                  for l:=1 to h do
                   begin
                    for e:=1 to c do
                     begin
                      for j:=l to h do
                       begin
                        for i:=e to g do
                         begin
                          k[d,j]:=k[d,j]+a[d,e]*f[i,j];
                          if c=e then
                           begin
                            write(k[d,j]:7);
                           end;
                          i:=g;
                         end;
                        j:=h;
                       end;
                      end;
                   end;
                  writeln;
               end;
              end else
             begin
              writeln('maaf?! operasi dari m1 x m2 tidak dapat dilakukan');
              writeln('karena kolom m1 (',c,' kolom) tidak sama dengan baris m2(',i,' baris)');
              end;
              readln

    end.

    Contoh Bilangan Prima

    program bilprima;
    uses wincrt;
    function factor (n:longint) : longint;
     var
     i, temp : longint;
      begin
       temp :=0;
       for i := 1 to n do
          if n mod i=0 then inc(temp);
           factor:=temp;
       end;

     var x, a, b, n : longint;
     begin
        clrscr;
        gotoxy(30,4); writeln('Deret bilangan prima');
        gotoxy(30,5); writeln('====================');
        gotoxy(3,70); writeln('jumlah bilangan yang mau ditampilkan : ');
        repeat
        gotoxy(45,7); clrEol;
        readln(a);
        until (a>=2);
        gotoxy(3,9); writeln('Deret bilangan prima : ');
        b :=1;
        x :=0;
        repeat
          if factor(b) = 2 then
            begin
             write(b,',  ');
             write(#8); {backspace}
              inc(x);
             end;
              inc(b);
          until (x=a);
          readln;

    end.

    Senin, 19 Desember 2016

    Pengertian Interrupt

    Interrupt
    Interrupt adalah suatu kejadian atau peristiwa yang menyebabkan
    mikrokontroler berhenti sejenak untuk melayani interrupt tersebut. Program yang
    dijalankan pada saat melayani interrupt disebut Interrupt Service Routine.
    Analoginya adalah sebagai berikut, seseorang sedang mengetik laporan, mendadak
    telephone berdering dan menginterrupsi orang tersebut sehingga menghentikan
    pekerjaan mengetik dan mengangkat telephone. Setelah pembicaraan telephone yang
    dalam hal ini adalah merupakan analogi dari Interrupt Service Routine selesai maka
    orang tersebut kembali meneruskan pekerjaanya mengetik.
    Salah satu interrupt adalah polling .

    A.    Pengertian Polling Interrupt

    Polling interrupt adalah suatu jenis spesifik input dan output ( i/o ) yang memberitahukan bagian dari komputer yang berisi alat penghubung i/o tersebut sudah siap dibaca atau dengan kata lain siap ditangani. tapi tidak menandai deviace / alat yang mana, Kontrol dari interrupt harus mengirimkan sinyal isyarat keluar untuk setiap alat deviace untuk menentukan yang manakah deviace membutuhkanya.Alternatif untuk suatu polled interrupt adalah suatu vectored interrput, suatu isyarat sinyal yang meliputi identitas alat yang mengirimkan isyarat interrupt
    Metode pengendalian terminal pada jalur banyak titik sebuah komputing, berperan sebagai panggilan penegendali atau menanyai termial-terminal untuk mengetahui apakah terminal tersebut memiliki data yang akan dikirim.

    Polling
    Bila prosesor ingin mengakses perangkat, salah satu pendekatannya adalah dengan membiarkan prosesor melakukan semua pekerjaan. Prosesor berinteraksi dengan controller melalui protokol yang rumit tetapi dasar handshaking-nya cukup sederhana yaitu:
    Ø  CPU terus menerus membaca bit status sampai bit tersebut menandakan perangkat siap menerima perintah CPU.
    Ø  CPU mengaktifkan bit-write di register perintah sebagai awal pertanda CPU memberikan perintah dan menulis sebuah byte di data-out.
    Ø  CPU mengaktifkan command-ready bit, artinya perintah tersedia untuk dijalankan controller.
    Ø  Controller melihat command ready bit di-set sehingga bit kerja di-set.

    Ø  Controller membaca register perintah dan melihat perintah write maka data-out dibaca dan menyuruh perangkat M/K melakukan apa yang diperintah CPU.
    Ø  Controller menghapus command ready bit, bit error di status dan bit kerja.

    Pada dasarnya polling dapat dikatakan efisien bila kinerja perangkat dan controller-nya cepat. Kelemahan dari cara ini adalah bila waktu tunggu lama, maka lebih baik prosesor mengerjakan tugas yang lain. Sedangkan untuk mengetahui apakah perangkatnya sudah siap menerima perintah lagi atau belum, digunakanlah interupsi.
    Contohnya: pada saat kita memutar lagu di windows media player dan membuka halaman web. Hal yang sebenarnya terjadi adalah lagu itu terputus-putus, itu dikarenakan processor mendapatkan interupsi dari masing-masing aplikasi yang dijalankan. Namun, Interupsi itu sangat begitu cepat, sekitar seper 10 mikro sekon, sehingga tidak terdeteksi oleh telinga kita.
    Mengapa Proses Polling dilakukan : Polling dilakukan untuk  mengatasi device yang tidak dapat  me-multiplex permintaan I/O dan beberapa aplikasi.

    Penyebab terjadinya Interrupt:

    a.   Program, terjadi akibat eksekusi suatu instruksi
    b.   Timmer, disebabkan oleh timmer prosessor
    c.   I/O, disebabkan oleh I/O controller baik sebagai tanda bahwa operasi
          telah selesai maupun memberi tanda eror.
    c.       Kegagalan hardware, disebabkan oleh kesalahan hardware seperti
          power failure dan memori parity eror.


    Tindak lanjut Pencegahan Interrupt :

                 Interrupt Handler
    Jika terjadi interupsi, maka kendali processor diserahkan ke bagian penata interupsi pada sistem operasi, maka penata interupsi inilah yang melaksanakan interupsi.

    a.       Instruksi yang sedang diolah oleh processor dibiarkan sampai selesai program.
    b.      Penata interupsi merekam semua informasi proses ke dalam blok kendali proses.
    c.       Penata interupsi mengidentifikasi jenis dan asal interupsi.
    d.      Penata interupsi mengambil tindakan sesuai dengan yang dimaksud interupsi.
    e.       Penata interupsi mempersiapkan segala sesuatu untuk pelanjutan proses yang diinterupsi.

      
    Error handler
    Yaitu interupsi karena kekeliruan pada pengolahan proses dan bagian pada sistem operasi yang menata kegiatan akibat kekeliruan.

    a.       Pemulihan, komputer telah dilengkapi dengan sandi penemuan dan pemulihan kekeliruan. Sehingga ketika menemukan kekeliruan sandi akan mengoreksi kekeliruan itu, dan proses pulih kembali ke bentuk semula sebelum terjadi kekeliruan.
    b.      Pengulangan, mengatur agar proses yang membangkitkan interupsi keliru dikerjakan ulang. Jika kekeliruan dapat diatasi maka proses akan berlangsung seperti biasa, jika tidak teratasi maka interupsi akan menempuh tindak lanjut keluar dari proses.
    c.       Keluar dari proses, penata keliru menyiapkan tampilan berita keliru pada monitor, setelah itu processor keluar dari proses , ini adalah tindakan terakhir jika tidak dapat menolong proses yang keliru tersebut.


    Kesimpulan : Polling Interrupt merupakan I/O yang memberitahu computer bersifat penghubung I/O tersebut sudah siap dibaca atau siap ditangani.



    Sistem Pengolahan Data

    SISTEM PENGOLAHAN DATA


    A.    Pengertian

    Pengolahan data adalah bentuk pengolahan terhadap data untuk membuat data itu berguna sesuai dengan hasil yang diinginkan agar dapat digunakan.Sistem pengolahan data adalah system yang melakukan pengolahan data.
    Informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisir dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi  penerima data. Contoh, nama mahasiswa, nilai UTS, nilai tugas dll akan diperoleh nilai akhir. Dengan kata lain, informasi datang dari data yang akan diproses.

    .   B.  Metode Pengolahan Data
              Pengolahan data system informasi dalam organisasi biasanya terdiri atas metode teknologis dan manual.
    Menurut Buch dan Stater ada dua macam metode pengolahan data yang penting :
    1.      System manual : Semua operasi dilakukan dengan tangan dan bantuan alat-alat penting seperti pensil ,kertas dan lain-lain
    2.      Electromechanical ; suatu gabungan dari orang dan mesin misalnya seorang pegawai yang bekerja dengan menggunakan catat kolom (posting machine).




    C. Fungsi Dasar Pengolahan Data :

    1. Mengambil program dan data (masukan / input)
    2. Menyimpan program dan data serta menyediakan untuk pemrosesan
    3. Menjalankan proses aritmatika dan logika pada data yang disimpan
    4. Menyimpan hasil sementara dan hasil akhir pengolahan.
    5. Mencetak atau menampilkan data yang disimpan atau hasil pengolahan


    D. Siklus Pengolahan Data Lanjutan

    1.      Origination: Proses pengumpulan data original à sumber dokumen. Contoh : berkas tes mahasiswa yang telah diberi nilai
    2.      Input :Proses memasukkan data ke dalam sistem komputer
    3.      Processing: Proses pengolahan dari data yang sudah dimasukkan
    4.      Output:Menghasilkan output berupa informasi hasil pengolahan.
    5.      Distribution: Proses dari distribusi output hasil pengolahan kepada pihak yang berhak dan membutuhkan informasi: dokumen laporan. Contoh : dokumen daftar nilai dari dosen yang diserahkan ke BAAK. Dokumen laporan dapat menjadi dokumen sumber untuk pengolahan data berikutnya
    Storage: Proses perekaman hasil pengolahan ke alat penyimpan (storage device) dan dapat dipergunakan kembali sebagai input untuk proses selanjutnya







    1.      Basis Data

    Description: 1-8-g-1.jpg
    a)     Pengertian Basis Data
    Basis data adalah kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file denganfile lain sehingga membentuk suatu bangunan data untuk menginformasikan suatu
    perusahaan atau instansi dalam batasan tertentu
    b)     Istilah-istilah Basis data
                Beberapa hal yang termaksud unsur-unsur dari basis data adalah sebagai berikut:
    1.      Entititas.Entititas adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam.Pada bidang kesehatan Entity adalah Pasien, Dokter, Kamar.
    2.      Field:Setiap entity mempunyai atribut atau sebutan untuk mewakili suatu entity. Seorang siswa dapat dilihat dari atributnya misalnya, NIM, Nama_siswa, Alamat.
    3.      Record adalah kumpulan isi elemen data (atribut) yang saling berhubungan
    menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap.Contoh Kumpulan atribut NIP, Nama, dan alamat berisikan “01001245566”, Sanusi,Jl. Hati suci No 2 Kupang.
    4.      Data Value merupakan data aktual atau infomasi yang disimpan ditiap data elemen. Isi atribut disebut nilai data.Kunci Elemen Data ( Key Data Element )
    Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulanentitas.Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat,tanggal lahir menggunakan Kunci Elemen Data npm.

    c)      Komponen-komponen Sistem Basis Data ( Database )
                Basis data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan dan Database Management System ( DBMS ) yang memungkinkan beberapa pemakai untuk mengakses dan manipulasi file-file tersebut (Fathansyah,1999 ). Dalam Sistem Basis data memiliki beberapa komponen yaitu:

    1.      Perangkat Keras ( Hardware )
    Perangkat keras yang biasanya terdapat dalam sistem basis data adalah memorisekunder hardisk.
    2.      Sistem Operasi ( Operating System )
    Sistem Operasi (Operating System) merupakan program yang mengaktifkan ataumengfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dan melakukan operasi-operasi dalam komputer. Sistem Operasi yang banyak digunakan seperti: MS-DOS, MS-Windows 95 MS Windows NT, dan Unix.Basis  data (  Database  )Sebuah basis data ( Database ) dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data dapat berisi atau memiliki sejumlah objek basis data seperi file atau tabel.
    3.      Database Management System ( DBMS )
    Pengolahan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung,tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak yang disebut DBMS yang menentukanbagaimana data disimpan, diubah dan diambil kembali.
    4.      Pemakai ( User )
    Bagi pemakai dapat berinteraksi dengan basis data dan memanipulasi data dalam program yang ditulis dalam bahasa pemograman.

    d)     Tujuan dan Manfaat Basis Data
    Tujuan utama dalam pengolahan data dalam sebuah basis data adalah agar kita dapat memperoleh data yang kita cari dengan mudah dan cepat (Fathansyah,1999).Pemanfaatan basis data dilakukan dengan tujuan yaitu:
    1.      Kecepatan dan kemudahan (Speed ):Pemanfaatan Database memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan ( manipulasi ) dan menampilkan kembali data tersebut dengan cepat dan mudah, dari pada kita menyimpan data secara manual.
    2.      Efisien ruang penyimpanan (Space)
    Dengan Database penggunaan ruang penyimpanan data dapat dilakukan karena kita dapat melakukan penekanan jumlah pengulangan data dengan menerapkan sejumlah pengkodean .
    3.      Keakuratan (Acuracy)
    Pemanfatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data dengan penerapan aturan atau batasan tipe data dapat diterapkan dalam Database yang berguna untuk menentukan ketidakakuratan pemasukan atau penyimpanan.
    4.      Keamanan (Security)
    Dalam sejumlah sistem ( apilkasi ) pengelolah database tidak menerapkan aspek keamanan dalam penggunaan database. Tetapi untuk sistem yang besar dan serius,aspek keamanan juga dapat diterapkan. Dengan begitu kita dapat menentukan siapa yang boleh menggunakan database dan menentukan jenis operasi-operasi apa saja yang boleh dilakukan.
    5.      Terpeliharanya keselarasan data (Consitant)
    Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis
    perubahan itu berlaku untuk keseluruhan
    6.      Data dapat dipakai secara bersama (shared)
    Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secarabatch maupun on-line) pada saat bersamaan.
    7.      Dapat diterapkan standarisasi (standardization)
    Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA dapat menerapkan
    standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.

    e)     Pengguna Basis Data
    1.      System Engineer
    Tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan Sistem Basis Data, dan juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut kepada pihak penjual.
    2.      Database Administrator (DBA)
    Tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol sistem basis data secara
    keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data,merencanakannya dan mengaturnya.
    Tugas DBAMengontrol DBMS dan software-software




    Laravel Echo

    Laravel Echo   Penyiaran      pengantar          Konfigurasi          Prasyarat Driver      Gambaran Umum Konsep          Menggunakan Apl...