Senin, 19 Desember 2016

Unsur Dalam Teater


Unsur Pembentuk Teater

Dalam khasanah teater dewasa ini dapat disimpulkan unsur utama
teater adalah naskah lakon, sutradara, pemain, dan penonton. Tanpa
keempat unsur tersebut pertunjukan teater tidak bisa diwujudkan. Untuk
mendukung unsur pokok tersebut diperlukan unsur tata artistik yang
memberikan keindahan dan mempertegas makna lakon yang
dipentaskan

3.1 Naskah Lakon
Naskah Lakon pada dasarnya adalah karya sastra dengan media bahasa
kata. Mementaskan drama berdasarkan naskah drama berarti
memindahkan karya seni dari media bahasa kata ke media bahasa
pentas. Dalam visualisasi tersebut karya sastra kemudian berubah
esensinya menjadi karya teater.
Naskah lakon , pada dasarnyamempunyai struktur yang jelas, yaitu tema, plot, setting, dan tokoh. Akan tetapi, naskah lakon yang khusus dipersiapkan untuk dipentaskan
mempunyai struktur lain yang spesifik.

3.2 Sutradara
Di Indonesia penanggung jawab proses transformasi naskah
lakon ke bentuk pemanggungan adalah sutradara yang merupakan
pimpinan utama kerja kolektif sebuah teater. Baik buruknya pementasan
teater sangat ditentukan oleh kerja sutradara, meskipun unsur–unsur
lainnya juga berperan tetapi masih berada di bawah kewenangan
sutradara.
45
Sebagai pimpinan, sutradara selain bertanggung jawab terhadap
kelangsungan proses terciptanya pementasan juga harus bertanggung
jawab terhadap masyarakat atau penonton.

3.3 Pemain
Untuk mentransformasikan naskah di atas panggung dibutuhkan
pemain yang mampu menghidupkan tokoh dalam naskah lakon menjadi
sosok yang nyata. Pemain adalah alat untuk memeragakan tokoh. tetapi
bukan sekedar alat yang harus tunduk kepada naskah. Pemain
mempunyai wewenang membuat refleksi dari naskah melalui dirinya.
Agar bisa merefleksikan tokoh menjadi sesuatu yang hidup, pemain
dituntut menguasai aspek-aspek pemeranan yang dilatihkan secara
khusus, yaitu jasmani (tubuh/fisik), rohani (jiwa/emosi), dan intelektual.
Memindahkan naskah lakon ke dalam panggung melalui media pemain
tidak sesederhana mengucapkan kata - kata yang ada dalam naskah
lakon atau sekedar memperagakan keinginan penulis melainkan proses
pemindahan mempunyai karekterisasi tersendiri, yaitu harus
menghidupkan bahasa kata (tulis) menjadi bahasa pentas (lisan).

3.4 Penonton
Tujuan terakhir suatu pementasan lakon adalah penonton.
Respon penonton atas lakon akan menjadi suatu respons melingkar,
antara penonton dengan pementasan. Banyak sutradara yang kurang
memperhatikan penonton dan menganggapnya sebagai kelompok
konsumsi yang bisa menerima begitu saja apa yang disuguhkan
sehingga jika terjadi suatu kegagalan dalam pementasan penonton
dianggap sebagai penyebabnya karena mereka tidak mengerti atau
kurang terdidik untuk memahami sebuah pementasan.
Kelompok penonton pada sebuah pementasan adalah suatu
komposisi organisme kemanusiaan yang peka. Mereka pergi menonton
karena ingin memperoleh kepuasan, kebutuhan, dan cita-cita. Alasan
lainnya untuk tertawa, untuk menangis, dan untuk digetarkan hatinya,
karena terharu akibat dari hasrat ingin menonton. Penonton
meninggalkan rumah, antri karcis dan membayar biaya masuk dan lainlain
karena teater adalah dunia ilusi dan imajinasi. Membebaskan pola
rutin kehidupan selama waktu dibuka hingga ditutupnya tirai untuk
memuaskan hasrat jiwa khayalannya.
Eksistensi teater tidak mengenal batas kedudukan manusia.
Secara ilmiah, manusia memiliki kekuatan menguasai sikap dan
tindakannya. Tindakannya pergi ke teater disebabkan oleh keinginan dan
kebutuhan berhubungan dengan sesama. Sehingga menempuh jalan
sebagai berikut :
􀁸 Bertemu dengan orang lain yang menonton teater. Teater
merupakan suatu lembaga sosial.
􀁸 Memproyeksikan diri dengan peranan-peranan yang
melakonkan hidup dan kehidupan di atas pentas secara
khayali. Teater adalah salah satu cara proses interaksi sosial
Dalam memandang suatu karya seni penonton hendaklah mampu
memelihara adanya suatu objektivitas artistik. Ini bisa tercapai dengan
menentukan jarak estetik (aestetic distance) sehubungan dengan karya
seni yang dihayatinya. Pemisahan yang dimaksud, antara penonton dan
yang ditonton, pada seni teater diusahakan dengan jalan:
􀁸 Menciptakan penataan yang tepat atas auditorium dan pentas.
􀁸 Adanya batas artistik proscenium sebagai bingkai gambar.
􀁸 Pentas yang terang dan auditorium yang gelap.
Semua itu akan membantu kedudukan penonton sehingga
memungkinkan untuk melakukan perenungan.


3.5 Tata Artistik
Tata artistik merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari
teater. Pertunjukan teater menjadi tidak utuh tanpa adanya tata artistik
yang mendukungnya. Unsur artistik disini meliputi tata panggung , tata
busana, tata cahaya, tata rias, tata suara, tata musik yang dapat
membantu pementasan menjadi sempurna sebagai pertunjukan. Unsurunsur
artistik menjadi lebih berarti apabila sutradara dan penata artistik
mampu memberi makna kepada bagian-bagian tersebut sehingga unsurunsur
tersebut tidak hanya sebagai bagian yang menempel atau
mendukung, tetapi lebih dari itu merupakan kesatuan yang utuh dari
sebuah pementasan.
Tata panggung adalah pengaturan pemandangan di panggung
selama pementasan berlangsung. Tujuannya tidak sekedar supaya
permainan bisa dilihat penonton tetapi juga menghidupkan pemeranan
dan suasana panggung.
Tata cahaya atau lampu adalah pengaturan pencahayaan di
daerah sekitar panggung yang fungsinya untuk menghidupkan permainan
dan dan suasana lakon yang dibawakan, sehingga menimbulkan
suasana istimewa.
Tata musik adalah pengaturan musik yang mengiringi
pementasan teater yang berguna untuk memberi penekanan pada
suasana permainan dan mengiringi pergantian babak dan adegan.
Tata suara adalah pengaturan keluaran suara yang dihasilkan dari
berbagai macam sumber bunyi seperti; suara aktor, efek suasana, dan
musik. Tata suara diperlukan untuk menghasilkan harmoni.
Tata rias dan tata busana adalah pengaturan rias dan busana
yang dikenakan pemain. Gunanya untuk menonjolkan watak peran yang

dimainkan, dan bentuk fisik pemain bisa terlihat jelas penonton

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Semoga Bermanfaat

Laravel Echo

Laravel Echo   Penyiaran      pengantar          Konfigurasi          Prasyarat Driver      Gambaran Umum Konsep          Menggunakan Apl...